06 September 2011

Berdiri

gila, menggila.
seakan pusaran bumi terinjak dari paksi.

nafas-nafas ini bukan percuma.
setiap hela bersaksi keagungan
tak pernah tercela
tak pernah mencela

rasa terbedung dek kata, menista.
bisa-bisa itu ampuh aku telan.
dan membiar tubuh kering dimamah
ikan-ikan besar.

dan jika niat itu bukan dosa,
tak akan pernah kotor lutut ini
meski telapak berlapik api dan duri-duri.
berdiri.

20 Julai 2011

Rusuk

" dan kurniakanlah aku sesusuk rusuk yang putih, utuh dan bercahaya,
yang bisa menyuci pada khilafku,
mendokong pada lelahku,
dan menyuluh pada kelamku.
Sesungguhnya aku cuma makhluk cipta-Mu yang kotor dan lemah. "

03 Julai 2011

Pasungan

Kala kemunafikan meraja.
Mana cakna yang mendokong?
Si pendokong yang cuma mahu terus didokong?
Merakus tubuh-tubuh kurus yang kian menulang.
Pemangsa-pemangsa pasca-madani membinasa.

Berterus, seperti merasa aku mencela diri.
Membius mati raga.

Dan cerita sangka-kala itu bukan cuma mimpi-mimpi.

02 Jun 2011

Bersandar

Jika cita itu cuma sosok ilusi
yang kau takkan bisa bersentuh.
Dan indera makin kabur, berbaur dengan rasa.
Berteman hela berhawa.

Cuma ada satu solusi.

Mendongak terus ke langit jauh
dan bersandar.

04 Januari 2011

Sosok Cahaya

dan kau sosok cahaya!
jadi sorot yang melewat gelap tidur ku. 
melolos dari celah-celahan jendela.
biar melerai rantai takut ku.
hingga terbiasa.

22 Disember 2010

Melerai Rantaian

mendongak langit kelam. kosong.
ada palit-palit cahaya pada celahan kelok-kelok gemawan.
dan aku bingkas berdiri.
menurut cerita-cerita sapurba.
aku, kau bukan percuma.
serasa. masih belum terbinasa.

17 Disember 2010

03 November 2010

Angkuh

Dan perlahan
Derai-derai daunan, menurut kata-kata angin

Dan akur
Pohon-pohon menagih teduh dari terik mentari

Dan tersipu
Raja-raja rimba berlindung dari remang sang malam

Dan aku,
Masih angkuh.

Berpasung dan menghukum sendiri.

25 Oktober 2010

Rawana

Dan kau yang mendukung neraca
meraja akal bila bicara
membunuh kata tak senada
menista jelata, dusta

berdamping topengan-topengan
dikelilingan.

Dan kau raja gila
di dalam negeri khayalmu.



10 Oktober 2010

Delusi Hukum Mantik

aku bertenung cermin.
refleksi memesong
membias sesusuk topengan

sedetik terlalu,

aku dalam pasungan,
tersepuh asap-asap fitnah
memujuk aku mencumbu dunia
menghakis hati yang sedia kontang
kecanduan dalam khayal.


sedetik terlalu,

aku dalam pasungan, 
dan topengan itu kias tersenyum
senyuman tajam yang sinis rekanya
menghiris-hiris akal yang sedia tersobek
lelah dalam kelam.


dan topengan itu mengekek!
rakus mencemuh aku!
menilai kosong aku yang berpangkat umat akhir!

sedetik tertangguh,

aku masih dalam pasungan,
kilas terfikir dalam cemas
mengapa aku membiar topengan itu berterus menghukum?
dan mendukung tembok-tembok tinggi mengekang aku dari terlolos?

atau,
akukah topengan itu?
yang selama ini menghukum diri?

[...]